Langsung ke konten utama

DI BUMI YANG TANGGUH



Di bumi yang tangguh anak kecil 
mewarnai wajah langit dengan warna 
mimpi. Di bumi yang tangguh petani 
macul bumi dengan gigih, peluh harum 
kasturi. Di bumi yang tangguh, di bumi 
yang tangguh lahir berjuta mimpi 
merayap di langit menjadi awan indah 
sekali. Di bumi yang tangguh jagung-
jagung berdiri berkabar kepada para 
petani. Bumi yang tangguh merdeka 
dari korupsi penguasa gila jabatan dan 
segepok uang. 

Bagi petani di bumi yang tangguh hujan 
adalah karunia dan panas adalah 
nikmat segala. Di bumi yang tangguh 
pundak orang-orang desa lebih kuat 
dari bangunan cor dan besi impor.
Di bumi yang tangguh orang-orang 
desa tidur di atas kasur doa-doa, tidak 
pula pamrih sogokan dan gaji buta.
Di bumi yang tangguh, di bumi yang 
tangguh, tangguhlah segalanya.
Makan dari ceruk duka, luka. Dan 
sayatan ekonomi bagi mereka adalah 
takdir yang mesti mereka cicipi bersama.
Tuhan perintah jin dan manusia 
berbakti teman setia bukan korupsi dan 
makan daging sesama.

Di bumi yang tangguh, di bumi yang 
tangguh sumur dan ladang adalah 
jembatan menuju tuhan. Kelaparan dan 
dahaga adalah coba yang mesti 
dinikmati dan disyukuri. Di bumi yang 
tangguh, di bumi yang tangguh rakyat 
kecil melumuri tubuh-tubuh mereka 
dengan tawadhu'. Membengkeli 
hati dari iri dan dengki, dendam dan 
gendam penyakit yang mesti dibuang 
dari hati seorang insan.

Jangan bakar rumah reot kami yang 
terbuat dari mimpi. Jangan rusak 
tatanan kehidupan kami yang rapi.
Sabar dan ikhlas sudah cukup menjadi 
makanan sehari-sehari kami. 

Kami tidak mau lebih dari syukur.
Maruk dan berlebihan adalah pekerjaan 
kufur. Kami berkecupan dari tani dan 
tanah gembur kami jangan dijarah, 
jangan dirusak oleh alat-alat kekuasan 
iming-iming kemiskinan yang 
dipertontonkan. Janji digadai demi 
kepentingan kalian, kami tidak serakah 
dan bercukupan dengan tuhan pada 
setiap pekerjaan, kami kaya dan 
makmur dengan bersyukur.

Di bumi yang tangguh, di bumi yang 
tangguh orang-orang berbaris 
menghadap langit, mereka meninju 
langit dengan jari jemari yang tua dan 
jidat mereka seperti peta kehidupan 
yang lurus dan merdeka. Merdeka dari 
janji-janji penguasa, merdeka dari 
takhayul pembangunan ekonomi yang 
diperjualbelikan, merdeka dari politik 
yang jorok dan mesti diperbaiki. 

Politik yang membabi buta, membunuh 
dan menanam benih-benih gulma 
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Politik yang culas demi jabatan dan 
kekayan kalian habiskan kekayaan 
negeri untuk berpesta sendiri. Politik 
yang jahat adalah politik yang tidak 
dibenarkan, sebab akan menghilangkan 
nyawa keberlangsungan hakikat 
kehidupan.

Di bumi yang tangguh, di bumi yang 
tangguh tangguhlah cinta sesama.
Bukan seperti hukum yang adil pada 
teman semata, tajam ke tanah 
dijunjung ke atas langit kekuasan. Di 
bumi yang tangguh berkeadilan pada 
sesama bukan mengkambinghitamkan 
keadilan atas dasar segepok uang dan 
kekuasan. Di bumi yang tangguh, di 
bumi yang tangguh petani bukan 
musuh, rakyat kecil tidak kumuh.
Baiknya penguasa yang berbenah 
dan patuh pada hukum dan berbakti 
pada negeri ini. 


2022

Komentar